Dalam sistem pemadam kebakaran berbasis busa, bladder tank memegang peranan penting sebagai media penyimpanan dan penyalur foam concentrate. Meskipun terlihat sederhana, cara kerja bladder tank dirancang sangat presisi agar sistem foam dapat bekerja cepat dan stabil saat kebakaran terjadi.
Artikel ini akan menjelaskan cara kerja bladder tank secara bertahap, serta kaitannya dengan sistem foam fire fighting secara keseluruhan.
Peran Bladder Tank dalam Sistem Foam Fire Fighting
Tangki bladder tidak bekerja sendiri. Komponen ini menjadi bagian dari rangkaian sistem yang meliputi:
- Sumber air bertekanan
- Bladder tank (foam concentrate storage)
- Foam proportioner
- Jaringan pipa dan discharge device (sprinkler / foam chamber)
Melalui kombinasi ini, sistem mampu menghasilkan campuran air dan foam dengan rasio yang tepat sesuai standar proteksi kebakaran.
Tahapan Cara Kerja Bladder Tank

1. Kondisi Normal (Standby)
Pada kondisi normal:
- Foam concentrate tersimpan di dalam bladder (kantong elastomer)
- Tangki terisi air bertekanan di luar bladder
- Tidak ada aliran foam maupun air
Sistem tetap siap tanpa memerlukan listrik atau pompa tambahan.
2. Aktivasi Sistem Pemadam Kebakaran
Saat kebakaran terdeteksi dan sistem aktif:
- Air bertekanan mengalir ke dalam tangki
- Tekanan air menekan bladder dari luar
- Foam concentrate terdorong keluar menuju foam proportioner
Proses ini terjadi secara otomatis dan instan.
3. Proses Pencampuran Foam dan Air
Foam concentrate yang keluar dari bladder akan:
- Masuk ke foam proportioner
- Bercampur dengan aliran air
- Menghasilkan larutan foam dengan rasio tetap (misalnya 3% atau 6%)
Rasio ini sangat penting agar foam mampu memadamkan api cairan mudah terbakar secara efektif.
4. Distribusi Foam ke Area Kebakaran
Setelah tercampur:
- Larutan foam mengalir melalui jaringan pipa
- Disalurkan ke foam chamber, monitor, atau sprinkler foam
- Menutupi permukaan api dan memutus segitiga api
Karena tidak bergantung pada listrik, sistem tetap bekerja meskipun terjadi pemadaman daya.
Mengapa Cara Kerja Bladder Tank Sangat Andal?

Beberapa alasan utama mengapa tangki bladder banyak digunakan:
- Menggunakan tekanan air, bukan pompa
- Minim komponen bergerak
- Risiko kegagalan mekanis rendah
- Respons cepat saat kondisi darurat
Inilah sebabnya tangki bladder sering dipilih untuk fasilitas industri dengan risiko kebakaran tinggi.
Hubungan Cara Kerja Bladder Tank dengan Desain Engineering
Meskipun prinsip kerjanya sederhana, desain tangki bladder harus mempertimbangkan:
- Kapasitas foam concentrate
- Tekanan kerja sistem
- Debit aliran air
- Jenis foam yang digunakan
Kesalahan desain dapat menyebabkan rasio foam tidak stabil. Karena itu, proses engineering dan commissioning sangat krusial.
Implementasi Bladder Tank oleh Adiwarna Anugerah Abadi
Sebagai perusahaan EPC Fire Protection, Adiwarna Anugerah Abadi menangani sistem tangki bladder secara menyeluruh, mulai dari:
- Perhitungan kapasitas dan tekanan
- Pemilihan bladder tank bersertifikasi
- Instalasi dan integrasi sistem foam
- Testing & commissioning
- Service dan maintenance berkala
Semua pekerjaan dilakukan sesuai standar NFPA 11 dan regulasi yang berlaku di Indonesia.
🔗 Informasi lengkap layanan:
👉 https://www.adiwarna.co.id
Kesimpulan
Cara kerja tangki bladder memanfaatkan prinsip tekanan air yang sederhana namun sangat andal. Dengan desain yang tepat, sistem ini mampu menyediakan foam secara konsisten saat kebakaran terjadi.
Untuk memastikan sistem bekerja optimal, pemilihan kontraktor berpengalaman seperti Adiwarna Anugerah Abadi menjadi faktor kunci keberhasilan.
Hubungi Kami
🚒 Ingin memastikan sistem bladder tank di fasilitas Anda bekerja optimal?
Konsultasikan desain dan instalasi sistem foam Anda bersama Adiwarna Anugerah Abadi.
📞 Telp: +62 21 2902 0216
📧 Email: sales@adiwarna.co.id
🏢 Kantor Pusat:
Perkantoran Mutiara Taman Palem No.53
Jl. Outer Ring Road Cengkareng
Jakarta Barat 11730 – Indonesia







