Fasilitas tank farm bukanlah sekadar area penyimpanan. Ia adalah sebuah fasilitas karantina tingkat tinggi, di mana setiap tangki berfungsi sebagai sel isolasi untuk menahan “entitas” yang sangat volatil dan berbahaya: cairan mudah terbakar. Misi utamanya adalah mencegah terjadinya “pelanggaran karantina” (containment breach) yang bisa berakibat fatal.
Untuk menjalankan misi ini, fasilitas harus beroperasi di bawah protokol keamanan yang sangat ketat, yang digariskan oleh lembaga seperti NFPA dan SNI.

Protokol 1: Sel Karantina Primer & Sekunder (Tank & Dike Wall)
Setiap entitas berbahaya harus diisolasi dalam beberapa lapisan.
- Sel Primer (Tangki): Tangki itu sendiri adalah sel isolasi pertama.
- Sel Sekunder (Dike Wall): Jika sel primer bocor, dinding penahan (dike wall) berfungsi sebagai sel karantina sekunder. Struktur beton masif ini wajib dibangun untuk menampung seluruh volume entitas, mencegahnya “menginfeksi” area lain.
Baca Juga: Tanya Jawab Seputar Sistem Fire Sprinkler
Protokol 2: Sistem Stabilisasi Suhu (Water Spray System)
Entitas ini menjadi lebih tidak stabil jika terpapar panas. Jika satu sel mengalami masalah dan memanas, ia bisa memicu instabilitas pada sel-sel di dekatnya.
- Tindakan Pencegahan: Sistem water spray berfungsi sebagai sistem stabilisasi suhu darurat. Ia akan menyemprotkan air secara konstan ke dinding sel-sel di sekitarnya untuk menjaga suhu tetap dingin dan mencegah reaksi berantai yang katastrofik.
Protokol 3: Agen Netralisir Darurat (Foam System)
Jika terjadi pelanggaran karantina dan entitas mulai melepaskan energinya (terbakar), protokol terakhir adalah melepaskan agen netralisir.
- Tindakan Penekanan: Sistem busa (foam system) adalah agen penetralisir utama. Ia akan disuntikkan ke dalam sel yang terinfeksi, menyebar dengan cepat untuk membentuk selimut tebal. Selimut ini akan menekan energi entitas dengan memutus interaksinya dengan oksigen dan mendinginkannya hingga kembali stabil.
Kesimpulan: Mengelola sebuah tank farm adalah sebuah tanggung jawab besar yang setara dengan menjalankan fasilitas karantina untuk material paling berbahaya di dunia. Dengan menerapkan protokol berlapis—mulai dari sel isolasi ganda, sistem stabilisasi suhu, hingga agen netralisir—sesuai dengan standar keselamatan tertinggi, kita dapat memastikan bahwa “entitas” berbahaya ini tetap terkunci dengan aman dan tidak akan pernah mengancam dunia luar.








